Faperta UNIBBA Meluluskan Sebanyak 22 Wisudawan di Tahun 2018

Sesi Foto bersama antara dosen dengan Wisudawan FAPERTA  UNIBBA

Sehari sebelum wisuda digelar, para wisudawan melangsungkan kegiatan paturay tineung di Fakultas Pertanian Universitas Bale Bandung. Kegiatan tersebut bertujuan untuk membekali para wisudawan dalam menatap masa depan dan mengenal dunia kerja secara umum. Selain pelepasan secara simbolis oleh Dekan Faperta, pada kesempatan tersebut juga mahasiswa dibekali secara rohani dengan tausiyah dan do’a yang diberikan oleh Bapak Atep Komussudin, MAg.  Kegiatan paturay tineung diakhiri dengan muhasabah (evaluasi diri) bersama-sama antara mahasiswa dan dosen, serta berjabat tangan untuk saling memafkan.

Berikut ini daftar nama 22 Mahasiswa lulusan Faperta UNIBBA yang melangsungkan wisuda, 29 Desember 2018 :

1. Anggi Ginanjar 12. Robi Yanto
2. Dede Sopian 13. Bella Ayu Puspa Dewa
3. Rohmat 14. Hanif Karimi
4. Santana 15. Muhamad Yusuf A.K.J.
5. Cecep Firmansyah 16. Ade Daryanto
6. Iman Awaludin 17. Rizky Purnama Sidik
7. Siti Rohmah 18. Feisal Bintang Prayoga
8. Wisnu Ginanjar  Supriadi 19. Yusuf Toni
9. Agung Prawira Ismanto 20. Elfandi Kurniawan
10. Cika Suryani 21. Zonius Qalzat Oktobery
11. Sandy Bagus Mulyana 22. R Youce Chandara J.T.
Foto para Wisudawan dalam Wisuda Sarjana Tahun Akademik 2017-2018

Raut gembira nampak terpancar dari wajah para wisudawan. Mereka siap mengamalkan ilmu pengetahuan yang telah mereka peroleh semasa bangku kuliah. Pengetahuan yang tidak akan pernah terputus hingga akhir zaman. Pengetahuan yang dapat membawa kemaslahatan baik untuk diri para wisudawan dan masyarakat pada umumnya.

“Alumni Faperta UNIBBA selain wajib menjaga nama baik Almamater, diharapkan juga dapat berkontribusi langsung guna kemajuan pertanian dan kesejahteraan petani Indonesia”, ungkap Dekan Faperta Yudi Yusdian, SP., MP. Selain itu, seluruh Civitas Akademika Fakultas Pertanian UNIBBA juga mengucapkan selamat kepada para Wisudawan. Pengetahuan yang bermanfaat ialah pengetahuan yang dapat membawa perubahan Indonesia menjadi semakin baik.

Faperta UNIBBA bisa, petani sejahtera, Indonesia jaya !
(red-Pers_Faperta UNIBBA)

KKN Tematik Mahasiswa UNIBBA, “Citarum Harum”

Rektor (tengah), Dr. H. Nasep Rachmat, Ir., MM., MSi. (Brigjen. TNI (Purn)), Noor Utomo, Ir., MP. (kedua dari kiri), dan dosen UNIBBA melakukan kunjungan ke Bank Sampah Bersinar, Bojongsoang, Kab. Bandung

Pada hari Kamis, 29 November 2018 Mahasiswa Universitas Bale Bandung mengunjungi Bank Sampah Bersinar (BSB) yang berlamat di Bojongsoang, Kabupaten Bandung. Kegiatan kunjungan tersebut merupakan salah satu bagian persiapan KKN Tematik Tahun Ajaran 2018-2019. Mahasiswa, khususnya keluarga Fakultas Pertanian UNIBBA mendapatkan pelatihan untuk dapat memilah berbagai macam sampah dan membuatnya memiliki nilai jual tertentu.

Sampah dapat dikategorikan menjadi sampah an-organik, sampah organik, dan sampah berbahaya (limbah B3). Hingga saat ini, beberapa pengepul dan penampung utamanya hanya menerima sampah an-organik berupa limbah plastik. Limbah plastik berbentuk gelas dibersihkan dan dibuang bagian bibirnya yang keras supaya bernilai jual tinggi. Sedangkan limbah plastik berbentuk botol dipisahkan tutup botolnya.

Bagaimana dengan limbah organik ?

Untuk menangani limbah organik skala rumah tangga, perlu dibuat lubang penampungan guna mengubur limbah tersebut. Sifatnya yang mudah terurai menjadikan limbah organik cepat mengeluarkan bau yang kurang sedap. Tantangan selanjutnya yaitu kepemilikan lahan yang sempit diperkotaan, khususnya untuk warga disekitar bantaran Sungai Citarum.

Mahasiswa tengah melakukan sosialisasi pemanfaatan limbah organik melalui pot komposer, disertai dengan sosialisasi pemanfaatan limbah melalui program reuse, reduce, dan recycle.

Oleh karenanya, Keluarga Mahasiswa UNIBBA mengusulkan untuk memfasilitasi warga masyarakat dengan membuat pot komposer. Pot tersebut sama seperti pot tanaman pada umumnya, namun didalamnya terdapat satu ruangan khusus untuk menempatkan limbah organik. Limbah organik rumah tangga yang dicacah kecil-kecil selanjutnya ditempatkan dalam ruangan khusus dalam pot tersebut. Selain dapat mengatasi limbah organik secara kuantitas, sekaligus juga menyediakan unsur hara bagi tanaman dalam pot tersebut. Dengan kata lain tidak diperlukan pupuk an-organik untuk pertumbuhan tanaman dalam pot tersebut.

Mahasiswa juga diberikan seminar untuk dapat memanen air hujan supaya siap dimanfaatkan oleh masyarakat umum khususnya di lokasi-lokasi penampungan korban bencana. Air hujan dikumpulkan dalam satu penampungan air besar, untuk selanjutnya dikeluarkan dan diolah secara bertahap sesuai kebutuhan. Proses pengolahan tersebut dilakukan dengan bantuan alat penjernih. Adapun alat penjernih terdiri dari komponen penyedot air, tabung filter/penyaring (saringan berukuran mikro), dan tabung ultra violet (guna membunuh kuman dan bakteri).

Seyogyanya pembekalan yang diberikan kepada mahasiswa akan diaplikasikan kepada warga masyarakat disekitar bantaran Sungai Citarum. Hal tersebut dilakukan guna mendukung program pemerintah dalam memulihkan kondisi Sungai Citarum yang telah tercemar.

Sudah tidak terhitung kerugian yang ditimbulkan dari rusaknya ekosistem DAS Citarum. Kerusakan tersebut dimulai dari kerusakan ekosistem karena alih fungsi lahan di daerah hulu. Hal tersebut diperparah dengan pencemaran air berupa limbah pabrik dan sampah domestik dibagian tengah Sungai Citarum. Oleh karenanya diharapkan mahasiswa dapat merubah gaya hidup masyarakat disekitar Sungai Citarum untuk dapat menghargai lingkungan dengan memilah sampah dan tidak membuangnya ke sungai. (red-Pers_Faperta UNIBBA)

Praktikum Lapang Terintegrasi Antar Angkatan di Lingkungan Fakultas Pertanian UNIBBA

Rabu, 14 November 2018 merupakan hari yang sangat penting bagi seluruh Civitas Akademika Pertanian Universitas Bale Bandung (UNIBBA). Pada hari tersebut, terselenggara sebuah kegiatan bertajuk “Praktikum Lapang” terintegrasi dari angkatan 2015 hingga 2018. Pada kegiatan tersebut Fakultas Pertanian bekerjasama dengan SMKN 3 Baleendah, serta turut mengundang seorang Pranata Laboratorium Pendidikan UNPAD, Bapak Nana Bana, SP. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FAPERTA UNIBBA, Yudi Yusdian, SP., MP. Beliau mengatakan bahwa tujuan dari dilaksanakannya kegiatan praktikum lapang tersebut ialah untuk menjadikan Mahasiswa FAPERTA UNIBBA sebagai SDM yang unggul dan handal. Selain itu juga untuk menambah kuatnya ikatan kekeluargaan seluruh Civitas Akademika FAPERTA UNIBBA.

Keluarga Besar Fakultas Pertanian UNIBBA melakukan sesi pemotretan sebelum kegiatan Praktikum Lapang dimulai.
Pengenalan ALSINTAN oleh Bapak Ade Sutardin (sebelah kanan)

Bapak Ade Sutardin, MP. (mewakili SMKN 3 Baleendah) memaparkan sekaligus mempraktekan penggunaan berbagai macam alat mesin pertanian (alsintan). Secara tersirat, Bapak Ade Sutardin memacu Mahasiswa untuk siap terjun kelapang dengan bekal keahlian khusus serta terampil dalam penggunaan alsintan. Sehubungan dengan peran alsintan yang mutlak dibutuhkan dalam pembangunan pertanian, maka diperlukan kecakapan mahasiswa dalam pengoperasiannya.

Mahasiswa FAPERTA UNIBBA
tengah menjajal menggunakan Traktor (pengolahan tanah sawah)

Penerapan alsintan diharapkan dapat membantu meningkatkan efektifitas dan efisensi kerja petani. Memecahkan beragam masalah petani mulai dari ongkos produksi, menekan kehilangan hasil usahatani, hingga pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.  Bertalian dengan hal tersebut maka kecakapan mahasiswa sebagai agen transformasi ilmu pengetahuan perlu dikembangkan secara maksimal.

Dukungan yang telah pemerintah berikan berupa pengadaan alsintan baik pra maupun pasca-panen perlu didukung oleh keahlian dalam pengoperasiannya. Sejak Tahun 2012 hingga 2017, sudah tercatat ratusan ribu unit alsintan yang diperbantukan bagi kelompok tani diseluruh Indonesia. Dengan kecakapan Mahasiswa FAPERTA UNIBBA, bukan hal yang mustahil untuk dapat menggunakannya seoptimal mungkin dan merawat alsintan dalam lingkup lokal (Jawa Barat) maupun Nasional.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Nana Bana mengenalkan kepada seluruh mahasiswa 4 alat Agronomi. Keempat alat tersebut yaitu leaf area meter, pH meter, lux meter, klorofil meter, dan grain moisture meter. Leaf area meter yang diperkenalkan yaitu sebuah alat portabel khusus untu mengukur atau mengetahui luas dan lebar daun tumbuhan. Sedangkan pH meter yang diperagakan merupakan sebuah alat ukur untuk mengetahui kadar atau nilai kemasaman tanah. Selain itu, lux meter juga dipergunakan untuk mengukur intensitas atau tingkat pencahayaan matahari untuk proses fotosintesis tanaman.


Foto Bapak Nana Bana, Pranata Lab. Pendidikan UNPAD (tengah)

Pengukuran pigmen fotosintesis klorofil yang diperagakan pada dasarnya merupakan pengukuran cahaya yang diterima oleh daun dan yang dipantulkan kembali ke alat ukur. Adapun penyinaran yang alat ukur berikan yakni berupa sinar artifisial red dan infared. Selain itu, demonstrasi grain moisture meter juga mendapat antusias yang tinggi dari mahasiswa. Instrumen tersebut ditujukan untuk mengetahui kelembaban kadar air pada suatu biji-bijian seperti padi, jagung, kopi, kedelai, dan sebagainya.

Perkembangan teknologi dewasa ini perlu diimbangi dengan pengetahuan, kemampuan mengoperasikannya, dan bijak dalam penggunaan peralatan tersebut. Praktek Lapang Terintegrasi ini dirasa nyata dapat meningkatkan hard dan soft skill Mahasiswa FAPERTA UNIBBA untuk membantu petani menuju swasembada pangan. Selain itu juga untuk melatih sensor sensitiveness dan wisdom mahasiswa dalam rangka meraih impian ketahanan pangan berkelanjutan.   (red-Pers_Faperta UNIBBA)

FAPERTA UNIBBA Mengikuti Mimbar Sarasehan KTNA Kabupaten Bandung dan Pemerintah Kabupaten Bandung, serta Peringatan Hari Pangan Sedunia 2018

Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kab. Bandung H.A. Nono S. Sambas membuka acara mimbar sarasehan yang rutin dilaksanakan oleh KTNA Kab. Bandung setiap tahunnya. Dalam acara tersebut, Bapak H. Nono mengutarakan cepatnya alih fungsi lahan pertanian dikarenakan proses pembangunan infrastruktur, perumahan, dan industri. Proses alih fungsi lahan yang terjadi bersifat masif hingga saat ini. Padahal pemerintah telah menetapkan lahan pertanian abadi untuk menyelamatkan petani, komoditas pertanian, dan menuju swasembada pangan. Hal tersebut dipandang hanya sebatas kabar gembira tanpa implementasi yang jelas.

Foto : Ketua KTNA H. A. Nono S. Sambas sedang memberikan pandangannya dihadapan peserta mimbar sarasehan

“Penerapan sistem Agronomi yang dipadu-padankan dengan Agribisnis merupakan row model yang perlu petani terapkan kedepan,” ungkap H. Nono. Perlu dilakukan suatu analisis kelayakan usaha tani atas komoditas tertentu yang ditanam pada suatu lahan, yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar sebagai pembobot utama. Sehingga dituntut kreatifitas pengemasan oleh petani.

Pada Kesempatan yang sama, Bupati Kabupaten Bandung  H. Dadang M. Nasser turut mendengarkan keluh kesah Kelompok Tani Kabupaten Bandung. Beliau mengatakan bahwasannya perlu energi dan sinergi ekstra yang dibangun oleh kelompok tani, pemerintah, dan perguruan tinggi. Sehingga permasalahan yang berkaitan dengan administrasi dapat diselesaikan dengan tepat oleh Pemerintahan Kabupaten Bandung, dan pemecahan masalah yang lebih teknis seputar Agronomi dan Agribisnis dapat kelompok tani pecahkan bersama-sama perguruan tinggi.

Kreasi dan inovasi dalam meningkatkan pendapatan petani merupakan suatu kewajiban bagi keberlanjutan pertanian di Indonesia. Peningkatan tersebut setali tiga uang dengan alih fungsi lahan. Pemerintahan Kabupaten Bandung telah beberapa kali andil dalam menekan alih fungsi lahan pertanian. Namun, faktor rendahnya pendapatan petani (pemilik maupun penggarap) menjadikan mudahnya alih fungsi lahan tersebut terjadi.

Foto : Bupati Kab. Bandung (kiri), Ketua KTNA (tengah), dan Ka. Dinas Pertanian
 Kab. Bandung (kanan)
Foto : Dosen FAPERTA UNIBBA turut serta dalam mimbar saresehan

Seirama dengan pernyataan Bupati Kabupaten Bandung, Civitas Akademika FAPERTA UNIBBA juga memiliki salah satu target yaitu memajukan dan mensejahterakan petani. Oleh karenanya maka FAPERTA UNIBBA dalam hal ini dosen, mahasiswa, dan seluruh instrumen pendukungnya menyatakan siap ikut terlibat dalam percepatan swasembada serta peningkatan kesejahteraan Kelompok Tani Kabupaten Bandung.

Selain itu juga, Civitas Akademika FAPERTA UNIBBA ikut menghadiri world food day yang diselenggarakan di Dome Bale Rame Sabilulungan dari tanggal 7 – 9 November 2018. Pada event tersebut banyak sekali booth yang menyajikan berbagai macam hasil pertanian khas daerah Kabupaten Bandung dan sekitarnya. (red-Pers_Faperta UNIBBA)

Pengenalan Kampus Bagi Mahasiswa Baru (Angkatan 2018), di Lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Bale Bandung

Proses pengenalan kampus untuk Mahasiswa FAPERTA UNIBBA

Umumnya, proses penerimaan mahasiswa baru diwarnai oleh kegiatan orientasi yang membebani fisik dan psikis peserta. Tidak demikian dengan proses pengenalan kampus di lingkungan Fakultas Pertanian Universitas Bale Bandung. Proses pengenalan tingkat fakultas diselenggarakan pada hari Jum’at, 14 September 2018. Wajah senang dan semangat tampak mengobati keletihan yang pastinya peserta alami.

Peralihan suasana belajar dan mengajar dari semula Sekolah Menengah menjadi Perguruan Tinggi bisa jadi berakibat menurunkan potensi akademik dan moril mahasiswa, bila tidak diiringi dengan proses pengenalan kampus. Hal tersebut dikarenakan mahasiswa akan diberikan kebebasan belajar dan mengembangkan kepribadian yang bertanggung-jawab sesuai batasan-batasan tertentu.

Sesi foto bersama setelah Seminar

Dekan Faperta UNIBBA Yudi Yusdian, SP.,MP, mengutarakan bahwa mahasiswa merupakan sentral (subjek sekaligus objek) pendidikan. Dosen secara tidak langsung mengarahkan mahasiswa untuk dapat meningkatkan kemampuan intelektualitas yang mengedepankan akhlak mulia. Selanjutnya, Dekan menyebutkan bahwa kelas merupakan laboratorium kecil tempat interaksi, berkumpulnya permasalahan, sekaligus sebagai tempat munculnya solusi akademis ilmiah, dengan semangat intelektualitas yang berkeadilan serta bertanggung-jawab.

Harapan baru tertanam kepada generasi penerus bangsa, “Mahasiswa Baru Program Studi Agroteknologi dan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Bale Bandung.”  Merupakan garda terdepan guna mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera. (red-Pers_Faperta UNIBBA)