Praktikum Lapang Terintegrasi Antar Angkatan di Lingkungan Fakultas Pertanian UNIBBA

Rabu, 14 November 2018 merupakan hari yang sangat penting bagi seluruh Civitas Akademika Pertanian Universitas Bale Bandung (UNIBBA). Pada hari tersebut, terselenggara sebuah kegiatan bertajuk “Praktikum Lapang” terintegrasi dari angkatan 2015 hingga 2018. Pada kegiatan tersebut Fakultas Pertanian bekerjasama dengan SMKN 3 Baleendah, serta turut mengundang seorang Pranata Laboratorium Pendidikan UNPAD, Bapak Nana Bana, SP. Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Dekan FAPERTA UNIBBA, Yudi Yusdian, SP., MP. Beliau mengatakan bahwa tujuan dari dilaksanakannya kegiatan praktikum lapang tersebut ialah untuk menjadikan Mahasiswa FAPERTA UNIBBA sebagai SDM yang unggul dan handal. Selain itu juga untuk menambah kuatnya ikatan kekeluargaan seluruh Civitas Akademika FAPERTA UNIBBA.

Keluarga Besar Fakultas Pertanian UNIBBA melakukan sesi pemotretan sebelum kegiatan Praktikum Lapang dimulai.
Pengenalan ALSINTAN oleh Bapak Ade Sutardin (sebelah kanan)

Bapak Ade Sutardin, MP. (mewakili SMKN 3 Baleendah) memaparkan sekaligus mempraktekan penggunaan berbagai macam alat mesin pertanian (alsintan). Secara tersirat, Bapak Ade Sutardin memacu Mahasiswa untuk siap terjun kelapang dengan bekal keahlian khusus serta terampil dalam penggunaan alsintan. Sehubungan dengan peran alsintan yang mutlak dibutuhkan dalam pembangunan pertanian, maka diperlukan kecakapan mahasiswa dalam pengoperasiannya.

Mahasiswa FAPERTA UNIBBA
tengah menjajal menggunakan Traktor (pengolahan tanah sawah)

Penerapan alsintan diharapkan dapat membantu meningkatkan efektifitas dan efisensi kerja petani. Memecahkan beragam masalah petani mulai dari ongkos produksi, menekan kehilangan hasil usahatani, hingga pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.  Bertalian dengan hal tersebut maka kecakapan mahasiswa sebagai agen transformasi ilmu pengetahuan perlu dikembangkan secara maksimal.

Dukungan yang telah pemerintah berikan berupa pengadaan alsintan baik pra maupun pasca-panen perlu didukung oleh keahlian dalam pengoperasiannya. Sejak Tahun 2012 hingga 2017, sudah tercatat ratusan ribu unit alsintan yang diperbantukan bagi kelompok tani diseluruh Indonesia. Dengan kecakapan Mahasiswa FAPERTA UNIBBA, bukan hal yang mustahil untuk dapat menggunakannya seoptimal mungkin dan merawat alsintan dalam lingkup lokal (Jawa Barat) maupun Nasional.

Pada kesempatan tersebut, Bapak Nana Bana mengenalkan kepada seluruh mahasiswa 4 alat Agronomi. Keempat alat tersebut yaitu leaf area meter, pH meter, lux meter, klorofil meter, dan grain moisture meter. Leaf area meter yang diperkenalkan yaitu sebuah alat portabel khusus untu mengukur atau mengetahui luas dan lebar daun tumbuhan. Sedangkan pH meter yang diperagakan merupakan sebuah alat ukur untuk mengetahui kadar atau nilai kemasaman tanah. Selain itu, lux meter juga dipergunakan untuk mengukur intensitas atau tingkat pencahayaan matahari untuk proses fotosintesis tanaman.


Foto Bapak Nana Bana, Pranata Lab. Pendidikan UNPAD (tengah)

Pengukuran pigmen fotosintesis klorofil yang diperagakan pada dasarnya merupakan pengukuran cahaya yang diterima oleh daun dan yang dipantulkan kembali ke alat ukur. Adapun penyinaran yang alat ukur berikan yakni berupa sinar artifisial red dan infared. Selain itu, demonstrasi grain moisture meter juga mendapat antusias yang tinggi dari mahasiswa. Instrumen tersebut ditujukan untuk mengetahui kelembaban kadar air pada suatu biji-bijian seperti padi, jagung, kopi, kedelai, dan sebagainya.

Perkembangan teknologi dewasa ini perlu diimbangi dengan pengetahuan, kemampuan mengoperasikannya, dan bijak dalam penggunaan peralatan tersebut. Praktek Lapang Terintegrasi ini dirasa nyata dapat meningkatkan hard dan soft skill Mahasiswa FAPERTA UNIBBA untuk membantu petani menuju swasembada pangan. Selain itu juga untuk melatih sensor sensitiveness dan wisdom mahasiswa dalam rangka meraih impian ketahanan pangan berkelanjutan.   (red-Pers_Faperta UNIBBA)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.